Senin, 08 Oktober 2012

analisis tentang budaya korupsi melanda negara kita



Korupsi , satu kata ini memang sudah sangat cukup terkenal di seluruh dunia. Dan memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga semua orang mungkin diseluruh dunia. Acara bergengsi di sebuah media televisi yang merupakan sebuah acara yang mendidik unutk di nonton  lalu acara ini mengangkat sebuah judul tenang korupsi merajalela di negeri kita.negara Indonesia, negara yang kaya akan sumber alam dan warisan budaya, dan sampai saat ini belum terlepas dari belenggu korupsi. Apa mungkin sudah mendarah daging ya? Fenomena korupsi ini semakin hebat saja kelihaiannya sebagai “tukang garuk yang tak kelihatan” sehingga menghambat proses pemerataan hasil pembangunan secara adil di Indonesia. Bukan hanya di negara kita saja, bahkan di negara-negara berkembang lainnya juga mengalami masalah yang sama dengan kita. Korupsi dan rombongan keturunannya (kolusi, nepotisme, dikriminasi diam-diam, sogok, suap, pemerasan dan penipuan), hingga tak ada satupun orang termasuk para politisi yang jujur dan bersih sanggup untuk memberantasnya. Padahal semua orang di dunia ini setuju jika para koruptor diberantas habis. Namun persoalannya, memang tidak bisa dihadapi dengan statemen belaka. Untuk segmen film “ kita versus korupsi “ yang di rangkup dalam 4 film pendek itu sangat bagus untuk semua kalangan di negeri kita ini. Ternyata tidak hanya dilembaga pemerintahan dari wilayah ,kabupaten yang merajalela untuk berbuat korupsi ternyata dari diri kita sendiri pun dapat berbuat hal demikian serupa ,misalkan dari hal hal terkecil seperti melebihkan uang buku yang seharusnya,membohongi diri sendiri, tidak bersikap juur terhadap orang tua dan orang lain. Itu termasuk korupsi dari hal terkecil yang kita alami. Saya sangat bangga sekali terhadap kepala sekolah SMP kanisius Jawa tengah yang menerapkan kepada siswa/siswi di sekolah nya untuk belajar dari hal terkecil untuk tidak berbuat hal – hal yang berbau korupsi dan menerapkan sikap kejujuran kepada siswa/siswi disekolahnya. Apalagi yang cukup memprihatinkan dari negara kita ini, apapun untuk mendapatkan suatu keinginan yang instan atau cepat terselesaikan secara singkat, misalnya untuk mengurus perpanjang STNK,SIM,PASPORT,dan dokumen – dokumen lain nya agar di selesaikan secara cepat budaya orang indonesia pasti akan menyongok secara pasti dan tepat.

Dalam hal ini korupsi bisa dihilangkan dengan mengembangkan sebuah budaya tandingan seperti nilai-nilai agama. Setiap agama pasti mengembangkan nilai kerja keras, tanggung jawab, rasa bersalah dan lain-lain. Nah, inilah tantangan kita bagaimana kita dapat mengajarkan dan menerapkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat dengan cara yang lebih fresh. Sebagai contoh, kita mengusahakan nilai kerja keras dalam masyarakat. Kita berusaha berfikir bahwa kita akan lebih bahagia jika kita bisa menikamti hasil jerih payah yang merupakan buah dari kerja keras kita sendiri bagaimana caranya menanamkan kebudayaan anti korupsi. Dan setelah itu kita menularkan dan mengajak orang di sekitar kita, dengan cara halus, dan dapat meyakinkan orang di sekeliling kita, bahwa korupsi itu tidak baik, karena korupsi sama dengan mencuri yang berarti merampas hak orang lain atau mengambil sesuatu yang bukan milik kita sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar