Selasa, 03 Juli 2012

contoh proposal

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
            Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun berkembang begitu cepat,sebagai contoh kecil ipad atau gadget yang sudah tidak asing lagi kita dengar di kalangan masyarakat yaitu cellular phone atau handphone, karan jaman sekarang ini hamper semua kalangan tidak mengenal batas umur, waktu, ruang dan status social baik anak – anak, remaja, orang tua, atau sekalipun pedagang dan lain – lain sudah tidak lepas lagi dari namanya teknologi tersebut, kebutuhan hidup ini pun bisa saling berhubung satu sama lain dengan sesame , bersosialisasi bahkan pratisme dan gengsi pun sudah merupakan hal yang lumrah di era zaman sekarang.
            Keinginan masyarakat dalam memilih ponsel karena masyarakat tumbuh dalam suatu lingkungan yang telah mengembangkan teknologi ponsel dengan seperangkat pemahaman dan nilai konsumen. Dengan adanya budaya didalam masyarakat Indonesia membuat pengguna ponsel semakin ramai dan banyak peminat untuk membeli. Hampir setiap orang tetap melakukan interaksi dengan orang lain yang secara langsung atau pun tidak langsung juga akan mempengaruhi minat pembeli mereka. Apalagi budaya masyarakat kita yang suka mencoba hal baru dan mengikuti tren dimanfaatkan produsen ponsel yang dengan gencar meluncurkan produk-produk baru berteknologi tinggi serta multifungsi.
            Keberadaan sebuah merek handphone didalam pikiran konsumen yang telah terpengaruh oleh aktifitas promosi yang terintergasi dan meningkatkan kesadaran merek adalah sutu keberhasilan merek handphone dalma rangka memperluas pasar.
Salah satu merek produk handphone yang sedang berkembang saat ini adalah handphone Blackberry atau biasa disebut dengan smart phone. Keberadaan handphone Blackberry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub merupakan pengejewantahan dari research In Motion ( RIM ) yang merupakan rekan utama Blackberry.
Kelebihan dan kecanggihan dalam fitur / aplikasi pada ponsel Blackberry yaitu :
1.      Push email, email yang diterima tepat waktu dan tanpa memerlukan menekan tombol apapun juga ( tanpa perlu refresh )
2.      Akses Internet tanpa batas di manapun dan kapanpun dengam biaya paket yang telah ditetapkan oleh setiap operator.
3.      Bisa menyapa teman-teman di seluruh dunia bahkan mencari teman melalui jaringan pertemanan seperti chatting via BBM ( Blackberry Messenger ) , Twitter, Facebook, dan lain-lain.
4.      Berita dan Informasi nasional maupun internasional paling baru.
5.      Dunia dalam genggaman dalam artian informasi dapat diakses menggunakan alat komunikasi yang mudah di bawa.
Banyak yang tidak mengetahui jika pada Blackberry Massenger telah disediakan beberapa emoticon yang keren dan super lucu. Jadi anda tidak perlu lagi untuk mendownload karena kita tinggal memilih salah satu dari beberapa icon atau emoticon untuk dijadikan icon animasi avatar. Awalnya emoticon tersebut tidak tampak seperti avatar, tapi ketika memilih salah satu dari beberapa emocition, dapat melihat seperti apa bentuk dari emocition ini. Untuk membuktikan bahwa icon pada avatar  telah berubah menjadi animasi emoticon anda dapat mencobanya dengan mengecek profil BBM pada smartphone Blackberry lainnya dengan cara highlight nama profil blackberry messenger pada list contac. Dalam penelitian ini akan memfokuskan pada aplikasi atau fitur terbaru pada ponsel blackberry. Berdasarkan uraian diatas maka lakukanlah suatu penelitian dengan judul “ ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP BLACKBERRY “
1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli Ponsel Blackberry dikalangan mahasiswa Universitas Gunadarma ?
2.      Bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap fitur Blackberry ?
1.3       Batasan Masalah
Batasan Masalah pada penulisan ilmiah ini, populasinya adalah konsumen pengguna Blackberry pada Universitas Gunadarma dengan jumlah responden 50 orang diambil secara random dan metode kuisioner dan diambil dari tanggal 2 s/d 4 Juni.
1.4       Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian adalah
1.      Untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap kepuasan konsumen membel ponsel Blackberry dikalangan mahasiswa Universitas Gunadarma.
2.      Untuk mengetahui tingakt kepuasan konsumen pengguna Blackberry dikalangan mahasiswa Universitas Gunadarma.
1.5       Manfaat Penelitian
1.   Bagi pengembagan imu pengetahuan utamanya teori temtang Manajemen Pemasaran yang berkaitan dengan hubungan antara pengaruh psikologis konsumen terhadap kepuasan konsumen.
2.   Bagi perusahaan untuk memberikan masukan berkaitan dengan kebajikan perusahaan, khususnya bagian pemasar yang berhubungan dengan variable – variable atau faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen.
1.6       Hipotesis
Ho          : Konsumen pengguna ponsel Blackberry merasa tidak puas terhadap fitur yang      digunakan
Ha          : Konsumen pengguna ponsel Blackberry merasa puas terhadap fitur yang di gunakan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Dimensi Relantionship Marketing
            Relationship marketing adalah pertumbuhan , pengembangan , pemeliharaan dalam jangka panjang yang menimbulkan hubungan biaya efektif dengan pelanggan , pemasok , karyawan dan rekan – rekan lain yang saling menguntungkan ( Tandjung, 2004 dalam ferisca & Melly.T ). Menurut Keegan & Duncan Relationship marketing is an approach to marketing with its customers that promote both the company’s longterm growth and the customer’s maximum satisfaction (Keegan, Motiarty, & Duncan), yang kurang lebih memiliki arti bahwa relationship marketing  adalah cara usaha pemasaran pada pelanggan yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Pelanggan yang baik merupakan suatu aset di mana bila ditangani dan dilayani dengan baik akan memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu badan usaha.
Relationship marketing menurut Kotler dan Armstron adalah the process of creating, maintaining and enchanging strong, value laden relationships with customers and other stockholder. yang kurang lebih memiliki arti bahwa relationship marketing adalah proses mencipta, memelihara dan mengalihkan keunggulan, muatan nilai hubungan antara pelanggan dan pemegang saham lainnya. Jadi setiap badan usaha atau perusahaan dalam melakukan hubungan dengan pelanggan sangat membutuhkan proses relationship marketing.
Strategi relationship marketing dapat dijalankan dengan baik apabila pelanggan yang dimiliki oleh perusahaan mempunyai persyaratan sebagai berikut Chan (2003):
  1. Pelanggan di masing-masing peringkat apabila mempunyai profil berbeda antara satu dengan lainnya.
  2. Pelanggan pada masing-masing peringkat apabila bisa memberi value ( nilai ) secara proporsional terhadap pelayanan yang diterimanya, perusahaan tentu lebih senang untuk melayani pelanggan istimewa yang menginginkan kecepatan pelayanan dan personalitas sebagai atribut yang diprioritaskan dibandingkan pelanggan biasa, yang lebih mementingkan harga murah.
  3. Pelanggan pada masing- masing peringkat apabila memiliki perbedaan alam pemberian respons atau tanggapan terhadap setiap penawaran perusahaan.
Tiga jalan bagaimana relantionship marketing bisa berkembang menurut Ford et al ( 2003 ) yaitu :
  1. Interaction Customer Relantionship, dimulai dari kontak pertama antara sebuah kelompok lain , dimana interaksi tersebut merupakan komunikasi dua arah.
  2. Coordinating activities , interaksi antara dua perusahaan yang berbeda membutuhkan koordinasi aktivitas yang membantu terjalinnya hubungan yang alami.
  3. Adaptations , inti utama dari bisnis yang dilakukan oleh perusahaan adalah menciptakan kepuasan bersama. Tidak ada hubungan yang dilakukan tanpa melalui adaptasi karena adaptasi dapat menciptakan kondisi yang menguntungkan.
2.1.1 Relantionship Marketing :
Menurut Tandjung ( 2004 ) empat dimensi relantionship marketing adalah :
1.      Bonding
Ketergantungan antara kedua belah pihak harus cukup kuat, sehingga hubungan keduanya dapat bertahan lama. Seorang pelanggan bila merasa tidak memiliki ketergantungan yang kuat terhadap penjual , maka kemungkinan pelanngan tersebut akan sering berganti pemasok
2.      Empahty
Seorang penjual harus memiliki kepedulian (empathy) kepada pelanggan, artinya seorang penjualan hendaknya peduli terhadap permasalahan yang dihadapai pelanggan dan memperhatikan sudut pandang pelanggan dalam mengatasi suatu masalah.
3.      Recipcity
Hubungan jangka panjang haruslah saling memberi dan menerima. Artinya, baik penjual maupun pelanggan sama-sama mendapat keuntungan. Pelanggan yang menginginkan diskon besar, tentunya harus mengimbangi dengan pembayaran tunai.
4.      Trust
Trust lebih dari sekedar believe, meskipun kedua kata tersebut memiliki arti yang hampir sama. Masing-masing pihak bila memiliki komitmen yang kuat, maka akan menciptakan rasa sangat percaya (trust) dan memperkuat hubungan.
2.1.2 Komponen Relantionship Marketing
Lima Komponen Relationship Marketing Menurut Parasuraman,Berry, dan Zeithmal :
1.      Core Service Performanca
Merupakan kemampuan yang dimilimi oleh pemasar untuk memberikan kinerja inti layanan kepada pelanggan sebagai dasar membangun hubungan jangka panjang antara organisasi dengan pelanggan. Kinerja suatu layanan sangat diharapkan pelanggan untuk memenuhi harapannya. Pelanggan yang harapannya terpenuhi melalui kinerja layanan yang diberikan perusahaan maka pelanggan akan puas dan akhirnya menjadi royal.
2.      Recognition
Perusahaan mengenal dan memperhatikan setiap kontribusi yang diberikan oleh anggota. Itulah sebabnya perusahaan hendaknya memberikan penghargaan kepada para anggota atas kontribusi positif yang diberikan anggota. Sekecil apapun kontribusi yang diberikan pelanggan kepada perusahaan hendaknya dihargai , karena hal itu merupakan apresiasi perusahaan kepada pelanggan dan sekaligus memanjakan pelanggan agar loyal kepada perusahaan.
3.      Enhancement of member interdepence
Pengembangan keterkaitan pelanggan merupakan aktivitas relationship marketing yang memfasilitasi pelanggan untuk dapat meningkatkan keterkaitan antara pelanggan dengan perusahaan, perusahaan dengan pemasok, sehingga menimbulkan pertukaran nilai bagi perusahaan. Perusahaan hendaknya dapat menarik pelanggan-pelanggan baru, baik pelanggan potensial maupun pelanggan dari perusahaan pesaing. Itulah sebabnya, perusahaan harus mempertinggi kepuasan pelanggan, agar pelanggan merasa diperhatikan, sangat dibutuhkan, yang pada akhirnya akan bersedia dengan senang hati mempromosikan usaha perusahaan kepada rekan-rekan pelanggan yang lain.
4.      Dissemination of organizational knowledge
Desiminasi (penghamburan) pengetahuan perusahaan kepada pelanggan dapat menciptakan kedekatan perusahaan dengan pelanggan maupun pemasok, sehingga dapat mensosialisasikan akan nilai, tujuan, dan budaya perusahaan. Penghamburan di sini dapat berarti perusahaan dengan senang hati memberikan pengetahuan, pengalaman, dan saran yang baik kepada setiap pelanggan atau anggota organisasi.
5.      Reliance on external member ship requirements
Kepercayaan pada keanggotaan luar yang dikehendaki perusahaan. Hal ini tentunya menuntut perusahaan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada anggota intern terlebih dahulu, agar dapat menarik anggota lain (baru) seperti yang dikehendaki. Perusahaan hendaknya dapat memuaskan harapan para anggotanya, karena para anggota yang puas akan dengan senang hati mempromosikan usaha perusahaan kepada teman – teman nya yang lain.
2.1.3 Manfaat Relantionship Marketing
Menurut Kotler dan Amstrong suatu relationship marketing mengandung tiga manfaat, yaitu manfaat ekonomis, sosial, dan status, yang secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      Manfaat Ekonomis
Pendekatan pertama untuk membangun suatu hubungan nilai dengan pelanggan adalah menambah manfaat-manfaat keuangan atau ekonomis. Manfaat ekonomus dapat berupa penghematan biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan potongan-potongan khusus.
2.      Manfaat Sosial
Meskipun pendekatan dengan menambah manfaat ekonomus seperti di atas dapat membangun preferensi konsumen, namun hal ini dapat mudah ditiru oleh para pesaing satu badan usaha dengan yang lainnya hampir sama dalam pendekatannya. Sehingga dalam pendekatan ini, badan usaha kita harus berusaha meningkatkan hubungan social mereka yaitu dengan memberikan perhatian kepada para pelanggan dengan mempelajari kebutuhan dan keinginan pelanggan secara individual.
3.      Status
Pendekatan ketiga untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan adalah menambah status. Maksudnya , bahwa badan usaha memberikan pendekatan atau program yang terstruktue yang dapat menari minat konsumen untuk mau terlibat menjadi anggota kartu keanggotaan.
2.2 Definisi Jasa
Pengetian Jasa adalah semua tindakan atau kegiatan yang dapat tawarkan oleh satu pihak kepada pihak lainnya yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun. Beberapa hal berikut merupakan karakteristik dari jasa, yaitu intangible atau tidak terlihat. Tidak terpisahkan, antara jasa yang disediakan dengan penyedia jasa. Kemudian bervariasi, dalam hal ini adalah standar nilai dari suatu jasa terhadap pelanggan adalah berbeda-beda. Dan yang terakhir adalah mudah lenyap, karena jasa hanya ada ketika proses transaksi antara penyedia jasa dan pelanggan berlangsung. Setelah itu jasa akan hilang. Berbeda halnya dengan produk yang dapat dimiliki setelah transaksi terjadi. Kualitas jasa atau layanan merupakan tingkat kesenjangan antara harapan atau keinginan pelanggan dengan persepsi atau performansi yang telah mereka rasakan.
Sifat dan klasifikasi Jasa Penawaran jasa dibedakan dalam lima kategori, yaitu:
1.      Penawaran barang berwujud murni, contohnya adalah sabun, shampo.
2.      Penawaran barang berwujud disertai jasa, contohnya penjualan produk komputer dimana pelanggan membutuhkan instaasi atau servis komputer yang sudah dibelinya.
3.      Campuran, dimana porsi antara produk dan jasanya seimbang, contohnya adalah penawaran makan direstaurant dimana pelanggan memesan makan disertai dengan kebutuhan pelayanan yang memuaskan.
4.      Jasa Utama disertai barang tambahan, contohnya adalah perusahaan jasa travel yang menjual jasa transportasi disertai produk tambahan misalnya makanan yag disajikan dengan merek tertentu.
Selain itu jasa dapat dibedakan dalam empat kategori. pertama berbasis orang / peralatan, contohnya adalah jasa pencucian mobil yang menggunakan tenaga orang juga mesin. Kedua adalah jasa yang menghadirkan klien, dalam arti bahwa penjualan jasa tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran klien, misalnya saja jasa cukur rambut. Ketiga adalah jasa yang memiliki porsi berbeda-beda dalam penjualannya sesuai dengan kebutuhan, contohnya adalah akan brbeda pelayanan antara dokter pribadi dan dokter umum ditinjau dari kekhususan pelayanannya. Dan yang terakhir adalah Jasa yang berbeda dalam tujuan dan kepemilikannya.
Strategi Pemasaran Perusahan Jasa salah satunya dapat dilihat dari bauran pemasaran yaitu product, price, place atau distribution dan promotion sangat membantu dalam pemasaran suatu produk. Namun dalam pemasaran jasa yang sebagian besar berhubngan langsung dengan manusia sehingga membuat perbedaan atas hasil kepuasan pelanggan. Untuk itu pemasaran jasa perlu memperhatikan unsur lainnya  yaitu people, physical evidence dan process.
Pelayanan yang baik dari penyedia jasa ( people ) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan. Untuk menghindari kegagalan dalam penyampaian jasa, perlu diperhatikan kesenjangan-kesenjangan yang mungkin terjadi, diantaranya sebagai berikut :
1.      Kesenjangan terjadi antara persepsi manajemen dan spesifikasi mutu jasa.
2.      Kesenjangan terjadi antara spesifikasi mutu dengan cara penyampaian jasa.
3.      Kesenjangan terjadi antara penyampaian jasa dan komunikasi internal.
4.      Kesenjangan yang terjasi antara jasa yang dialami dengan jasa yang diharapkan ( persepsi konsumen ).
Selain kesenjangan ternyata   perubahan faktor lingkungan juga mempengaruhi perkembangan sektor jasa. antara lain adalah:konsumen, pesaing, teknologi-inovasi, globalisasi, ekonomi, pemerintah dan sosial budaya. Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor jasa. Teknologi ini sangat membantu sektor jasa untuk mengelola bisnisnya secara efisien sesuai dengan semangat cost cutting. Selain itu meningkatnya sektor jasa juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba. Perkembangan sektor jasa kedepan akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet, digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan merupakan kendala karena komunikasi dan informasi dapat dijalin melalui click mouse.
2.3 Definisi Pemasaran Jasa
Jasa yang berbeda dengan good (produk) karena secara kasat mata tidak dapat dilihat menimbulkan berbagai permasalahan dalam mengembangkan strategi pemasaran. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler bahwa jasa merupakan setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan

Minggu, 06 Mei 2012

Pengumpulan Data


PENGERTIAN PENGUMPULAN DATA

Proses Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian.
Variabel-variabel yang diteliti terdapat pada unit analisis yang bersangkutan dalam sampel penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap variabel ditentukan oleh definisi operasional variabel yang bersangkutan. Definisi operasional itu menunjuk pada dua hal yang penting dalam hubungannya dengan pengumpulan data, yaitu indikator empiris dan pengukuran.
Metode Pengumpulan Data
Ø  WAWANCARA
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.
Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.
Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998). Secara garis besar aa dua macam pedoman wawancara, yaitu:
1. Pedoman wawasan tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden. Jenis interviu ini cocok untuk penilaian khusus.
2. Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda (check) pada nomor yang sesuai.
Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “semi structured”. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam.
Kerlinger (dalam Hasan 2000) menyebutkan 3 hal yang menjadi kekuatan metode wawancara :
a. Mampu mendeteksi kadar pengertian subjek terhadap pertanyaan yang diajukan. Jika mereka tidak mengerti bisa diantisipasi oleh interviewer dengan memberikan penjelasan.
b. Fleksibel, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan masing-masing individu.
c. Menjadi stu-satunya hal yang dapat dilakukan disaat tehnik lain sudah tidak dapat dilakukan.


Menurut Yin (2003) disamping kekuatan, metode wawancara juga memiliki kelemahan, yaitu:
a.Retan terhadap bias yang ditimbulkan oleh kontruksi pertanyaan yang penyusunanya kurang baik.
b.Retan terhadap terhadap bias yang ditimbulkan oleh respon yang kurang sesuai.
c.Probling yang kurang baik menyebabkan hasil penelitian menjadi kurang akurat.
d.Ada kemungkinan subjek hanya memberikan jawaban yang ingin didengar oleh interviwer.
Ø  OBSERVASI
Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.
Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) salah satu hal yang penting, namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi. Dengan demikian Patton menyatakan bahwa hasil observasi menjadi data penting karena :

a. Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti akan atau terjadi.
b. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan dari pada pembuktiaan dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif.
c. Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh subjek penelitian sendiri kurang disadari.
d. Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara.
e. Observasi memungkinkan peneliti merefleksikan dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukan. Impresi dan perasan pengamatan akan menjadi bagian dari data yang pada giliranya dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti
Ø  Tipe Data
·         Tipe data sederhana / Jenis data yang standar (Dasar)
1.      Integer
2.      Real
3.      Karakter
4.      Boolean
·         Tipe data non standar (user defined)
1.      Enumerated
2.      Sub-range
·         Tipe data berstuktur
1.      Array
2.      Record
3.      Set
4.      File



Ø  Integer
- Tipe Integer merupakan subset dari bilangan bulat yang ukurannya dapat bervariasi pada komputer-komputer yang berbeda-beda.
- Semua Operasi pada data bertipe integer pasti berkaitan dengan hukum dasar operasi aritmatika, dan hasil komputasinya akan diinterupsi jika berada di luar jangkauan nilai yang ditentukan
- Operator standar pada data bertipe integer adalah :
- Penjumlahan (diberi notasi +)
- Pengurangan (diberi notasi -)
- Perkalian (diberi notasi *)
- Pembagian (div).
- Operasi pembagian (div) menghasilkan bilangan bulat, dengan mengabaikan sisa pembagian. Sedangkan untuk mendapatkan sisa hasil baginya, gunakan modulus (mod).
Ø  Real
- Tipe Real merupakan subset bilangan real (bukan bilangan bulat)
- Proses aritmatika pada bilangan real diperbolehkan untuk memberikan hasil yang tidak teliti sampai batas pembulatan kesalahan pada jumlah digit tertentu (jumlah digit di belakang koma). Inilah perbedaan mendasar dari tipe data Integer dengan Real dalam hampir semua bahasa pemrograman.
- Operator standar pada data bertipe Real adalah :
- Penjumlahan (diberi notasi +)- Pengurangan (diberi notasi -)
- Perkalian (diberi notasi *)
- Pembagian (diberi notasi slash (/)) untuk membedakannya dengan pembagian bulat (div).
Ø  Boolean
- Tipe Boolean adalah tipe data logika yang memiliki dua nilai yaitu true dan false.
- Operator Boolean adalah :
- Konjungsi atau and (diberi notasi ^)
- Union atau or (diberi notasi ν)
- Negasi atau not (diberi notasi ¬)

Ø  Char
- Tipe Char merupakan himpunan karakter yang dapat dicetak
- Himpunan karakter yang didefinisikan oleh ISO (International Standard Organization) yang paling banyak digunakan adalah karakter ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
- ASCII terdiri dari 95 karakter yang dapat dicetak (dan karakter grafik), dan 33 karakter kendali, yang digunakan terutama untuk pengiriman data dan untuk mengendalikan perangkat pencetakan.
- Tipe Char terdiri atas 26 huruf Latin, 10 angka Arab, dan sejumlah karakter grafik, seperti tanda seru
- Karakter dapat berisi karakter kosong yang digunakan sebagai pemisah (spasi)
- Karakter kosong (blank) diberi notasi .
Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda:
  • Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
  • Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and events (transactions) that it faces).
  • Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
  • Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai secara efisien. Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol.




JENIS-JENIS DATA
·           Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya

1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.
·          Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data

1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.

2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

·          Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya

1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.

2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.

·          Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data

1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.

2. Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.

·          Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya

1. Data Cross Section
Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.

2. Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.

Ø  TIPE DATA
Dalam metode ilmiah, ada beberapa cara Metode Pengumpulan Data Penelitian yang umum digunakan :

1. Observasi

Observasi atau pengamatan melibatkan semua indera penglihatan, penciuman,
pendengaran,pembau dan perasa. Observasi itu digunakan untuk mengumpulkan informasi yang didapat baik dari buku maupun pengalaman.
jadi,observasi merupakan suatu metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti untuk mencatat kejadian atau peristiwa dengan menyaksikannya.

Menurut (Djumhur dan Moh. Surya) selain memiliki kelebihan, observasi juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu:

1. Banyak data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia

2. Memungkinkan terjadi ketidak-wajaran apabila yang diobservasi mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi

3. Observasi banyak tergantung dari faktor yang tidak terkontrol

4. Subjektifitas observer sukar dihindarkan

Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam observasi yaitu :

A. Data-data yang belum terungkap bisa kita resume guna menambah kelengkapan data yang akan kita gunakan. Setelah data-data yang teresume tersebut sudah selesai kita bisa meminta bantuan misalnya dari keluarga, teman-temannya, sahabat dekatnya.

B. Sebagai seorang peneliti harus benar-benar bisa menjaga kerahasiaan dirinya, ini dimungkinkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya jika identitas observer terbongkar maka pihak yang diteliti merasa tidak nyaman dan akan menghindar dari penelitian yang dilakukan observer yang nantinya akan menghambat proses observasi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIaV8UCormG7zcJp8lDGvQCswu4eUMdCPQQnVtX7ljOeh74LyA5ocawlDYJNwKMy0OL0Ht3ZGobZJ8gNzNacUzPAwZj-zAomtt8XrMHLV4Wr5QoM9isul2InDVPs5jj9QL3U5nSmWKiw/s320/observasi.jpg

Kelebihan dari observasi adalah sebagai berikut :
• Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan
• yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data
• yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
• Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan
yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
• Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata
• letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
• Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan
• untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.

2. Wawancara
wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden.
Teknik wawancara memakan waktu dan biaya yang sangat besar untuk sampel yang cukup besar dan tersebar. Wawancara berarti komunikasi antara pewawancara dan orang yang diwawancara, hal ini cenderung menimbulkan perbedaan interpretasi antara keduanya. Namun dengan wawancara dapat diperoleh informasi lebih lengkap.


Wawancara terbagi menjadi 2 :
a. Wawancara Terstruktur
b. Wawancara Tidak Terstruktur

Ada bermacam-macam jenis wawancara sesuai dengan tujuannya ataupun sifat-sifat yang lain yang ada dalam wawancara, seperti jumlah orang yang diwawancarai dan menurut peranan yang dimainkan.
Menurut Bimo Walgito (2005) jenis dan tujuannya, wawancara dapat dibedakan menjadi :

1. The employment interview,
2. Informational interview,
3. Administrative interview,
4. Counseling interview,

Konselor dapat dengan menggunakan (wawancara ketenagakerjaan) The employment interview karena hal ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseorang terhadap kreteria yang diminta oleh suatu employment. Informational interview yaitu interview yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Interview yang dijalankan untuk keperluan administrasi atau biasa disebut dengan Administrative interview, misalnya untuk kesejahteraan organisasi, untuk mendapatkan perubahan-perubahan di dalam tindakannya ( change in behavior ). Dalam konseling bisa juga menggunakan Counseling interview yaitu interview yang dijalankan untuk keperluan konseling. Interview ini khas dipergunakan dalam proses konseling untuk membantu mencari solusi yang terbaik.

Komponen dan faktor yang mempengaruhi suatu wawancara :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6q9WpYliEn7HaONRL5sQegDbDyifn6rm_vDqHps2d9JCl90dSWZG21iTqy1B-YggMnn9uI6fs7zlxsfBOY-6FeQ9Bn73-YCwkxx04yjtFRngFmR6ltQAy6Ftf0sddvXbyE2BfxoT4Qw/s320/viewer.png
·         




Menurut Bimo Walgito (2005) jumlah orang yang diinterview, wawancara dapat dibedakan menjadi :
1. Interview perorangan (individu),
2. Interview kelompok, yaitu wawancara yang dilakukan secara kelompok.

Menurut Menurut Bimo Walgito (2005) peranan yang dimainkan, wawancara dapat dibedakan menjadi :
1. The non directive interview,
2. The focused interview,
3. The repeated interview,

Menurut Bimo Walgito ( 2005:82) Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi :
1. Wawancara langsung, yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang tersebut.
2. Wawancara tidak langsung, yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang lain.
3. Wawancara insidentil, yaitu wawancara yang dilakukan sewaktu-waktu bila dianggap perlu.
4. Wawancara berencana, yaitu wawancara yang dilakukan secara berencana pada waktu yang telah ditetapkan.

·          Kelemahan dan kelebihan wawancara

Manurut (Djumhur dan Moh. Surya) Selain memiliki kelebihan, wawancara juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu:

1. Memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar

2. Sangat tergantung pada individu yang akan diwawancarai

3. Situasi wawancara mudah dipengaruhi lingkungan sekitar

4. Menuntut penguasaan keterampilan bahasa yang baik dari interviewer

5. Adanya pengaruh subyektif pewawancara yang dapat mempengaruhi hasil wawancara

6. Adanya pengaruh subjektifitas dari interviewer terhadap hasil wawancara


·          Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam wawancara yaitu :

A. Kondisikan keadaan agar lebih baik sehingga tidak terpengaruh keadaan lingkungan
yang kurang baik.

B. Bahasa yang digunakan bisa disesuaikan dengan klien agar klien mengerti dan
faham.

C. Minimalkan waktu, tenaga, dan biaya yang ada.


3. Kuesioner

Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas.

Metode kuesioner dan angket sering disebut dengan metode survei
. Metode survei merupakan metode pengumpulan data yang mengunakan kuesioner dan wawancara untuk mendapatkan tanggapan dari responden yang disampel.

Kelebihan Survei :
• Data yang diperoleh autentik, obyektif dan jujur karena berasal dari sumber data
(responden) secara langsung
• Dapat diterapkan untuk pengumpulan data dalam lingkup yang luas
• Dalam hal tertentu, efisien dalam penggunaan waktu pengumpulan data
Kelemahan Survei :
• Ada informasi terselubung dari responden khususnya untuk informasi yang
berkaitan dengan sifat, motivasi atau perilaku responden
• Responden terkadang tidak menjawab apa adanya tetapi apa yang sebaiknya
• Responden terlalu dibatasi pada jawaban-jawaban tertentu
• Responden sering tidak mengembalikan kuesioner
• Sering muncul jawaban-jawaban yang tidak diinginkan dan
tidak sesuai dengan yang diinginkan

Unsur - unsur kuesioner terdiri dari :
a. Jenis Pertanyaan
b. Bentuk Pertanyaan
c. Isi Pertanyaan
d. Urutan Pertanyaan

Kuesioner dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
A. Kuesioner tertutup
Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya
memilih jawaban yang paling sesuai.

Dalam kuesioner ini jawaban sudah disediakan oleh peneliti, sehingga responden tinggal memilih saja.

Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini ?
a. Sangat mahal d. Murah
b. Mahal e. Sangat murah
c. Cukup


B. Kuesioner terbuka
Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.

C. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup
Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.

D. Kuesioner semi terbuka
Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.

Berikut ini keuntungan dari kuesioner adalah :
Tidak memerlukan hadirnya si peneliti
Dapat dibagikan serentak
Dapat dijawab oleh rensponden sesuai dengan waktu yang ada
Dapat dibuat anomin
Kuesioner dapat dibuat standar



4. Teknik Sampling
Adalah teknik pengambilan sample yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat digambarkan sebagai berikut:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjLJAOIc8RKxp14NbnWkTHCOwl9raw6mYX2xHqhaiaE68ZWm7C90K_gMMnH4Y3WHJwg7Ii6stfYpjTO5cZVXu1ieA6gVBGYD17VBMM3udPIsdjWj0y_ggXH7e83aUlkTWUV9OGjBBl8A/s320/teknik+sampling.jpg
 

·          Variabel dan Hipotesis Penelitian
Metode penelitian pendidikan mengkaji konsep-konsep, prinsip, pendekatan, metode dan teknik penelitian pendidikan. Dibahas pula tentang penerapan teori-teori penelitian dalam praktek di lapangan, khususnya dalam bidang studi pendidikan umum. Metode penelitian pendidikan perlu dikuasai oleh calon tenaga kependidikan dan mereka yang berprofesi kependidikan dalam upaya pencanderaan dan pengembangan kebijakan dan program-program pendidikan yang menjadi tugasnya.


Penelitian pendidikan ialah cara yang dilakukan orang untik mendapatkan informasi yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan serta mengenai proses kependidikan. Traves merumuskan penelitian pendidikan sebagai : “Suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuan ilmiah tentang kejadian-kejadian yang menarik perhatian para pendidik”. Tujuan penelitian pendidikan ialah menemukan prinsip-prinsip umum, atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan. Dengan kata laintujuannya ialah untuk memperoleh teori ilmiah.

Pada makalah ini akan kami bahas secara khusus yang berkaitan dengan metode penelitian, yaitu Hipotesis dan Variabel serta macam-macamnya. Semoga dengan pembahasn ini dapat menambah wawasan keilmuan kita khususnya dalam metode penelitian.


B. Pengertian Variabel
Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau objek uang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981). Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Tinggi, berat badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja, merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Berat, ukuran, bentuk, dan warna merupakan atribut-atribut dari objek. Bahan baku pabrik, teknologi produksi, pengendalian mutu, pemasaran, advertising, nilai penjualan, keuntungan adalah merupakan contoh variabel dalam kegiatan maupun ilmu bisnis.

Dinamakan variabel karena ada variasinya. Misalkan berat badan dapat dikatakan variable, karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu dengan yang lain. Demikian juga motivasi, persepsi dapat juga dikatakan sebagai variable karena misalnya persepsi dan sekelompok orang tentu berfariasi. Jadi, kalau peneliti akan memilih variable penelitian, baik yang dimiliki orang objek. Maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu, maka harus ada variasinya. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variable. Untuk dapat bervariasi, maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau objek yang bervariasi.

Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variable adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnuya, tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suati nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian variable itu merupakan suatu yang bervariasi. Selanjutnya Kidder (1981), menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah sauatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

C. Macam-macam Variabel
Variabel adalah suatu peubah penelitian yang dapat diukur. Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang yang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek yang lain.

Dalam penelitian, setelah memperoleh pengertian tentang konsep dan definisi operasional variabel, langkah berikutnya adalah menentukan variabel yang memiliki hubungan antar variabel yang satu dengan variabel lain.

Berikut adalah macam-macam variabel dan bisa dibedakan menjadi :
a) Variabel Independent. Variable independent atau variable bebas, atau peubah bebas sering juga disebut dengan variabel stimulus, atau predictor, atau variabel antecedent. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, variabel independent disebut juga sebagai peubah bebas. Peubah bebas ini adalah merupakan peubah yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab terjadinya perubahan terhadap peubah tak bebas. Atau yang menyebabkan terjadinya variasi bagi peubah tak bebas (variabel dependent).
b) Variabel Dependent. Variabel dependent, dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai peubah tak bebas, variabel output, criteria, atau konsekuen. Variabel ini sering disebut sebagai peubah tak bebas, atau variabel terikat. Variable terikat atau peubah tak bebas ini merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable sebab atau peubah bebas.
c) Varibel Moderator. Variabel moderator adalah peubah yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent. Variabel ini sering disebut juga sebagai peubah bebas kedua. Bila suami istri mempunyai anak, maka anak dapat disebut sebagai variabel moderator, karena dapat memperkuat hubungan emosional antara suami dan istri
d) Variabel Intervening. Variabel intervening adalah peubah yang secara teoritis mempengaruhi (memperlemah dan memperkuat) hubungan antara variabel independent (peubah bebas) dengan variable dependent (peubah terikat), akan tetapi tidak dapat diamati dan diukur secara matematis.
e) Variabel Kontrol. Variabel kontrol adalah peubah yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independent (peubah bebas) terhadap variabel dependent (peubah tak bebas) tidak dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati. Variabel kontrol ini sering digunakan dalam penelitian komparatif, yang bersifat melakukan perbandingan.

D. Pengertian Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah yang kita hadapi. Dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan jawabanyang benar maka seseorang ilmuwan seakan-akan melakukan interogasi terhadap alam.

Adapun kegunaan Hipotesis adalah sebagai berikut :
1) Mengarahkan penelitian. Misalnya relasi dan hubungan yang diungkapkan dalam hipotesis akan memberitahukan hal-hal yang dilakukan oleh peneliti.
2) Masalah dan hipotesis membuat peneliti mampu mendeduksi manifestasi empiris tertentu yang tercakup dalam masalah serta hipotesis itu, karena masalah dan hipotesis pada umumnya merupakan pernyataan yang reasional.

E. Macam-macam Hipotesis
Terdapat tiga macam hipotesis :
a) Hipotesis Deskriftif : dirumuskan untuk menentukan titik peluang, atau dirumuskan untuk menjawab pertanyaan taksiran/estimatif. Tidak membandingkan. Contoh “Disiplin kerja pegawai Fak. Teknik UNTAG sangat tinggi” Yang menjadi estimasi pada contoh ini adalah : sangat tinggi
b) Hipotesis Komparatif : memberi jawaban terhadap permasalahan yang bersifat membedakan. Contoh “Ada perbedaan daya ikat antara Semen Tiga Roda dengan Semen Padang”
c) Hipotesis Asosiatif : memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat hubungan.

Dalam hal ini menurut sifat hubungannya, ada tiga jenis hipotesis penelitian (Ha) :
a) Hipotesis hubungan simentris : Hubungan bersifat kebersamaan antara dua variabel atau lebih, tapi tidak menunjukkan sebab akibat. Contoh ”Ada hubungan antara banyaknya mengikuti perkuliahan dengan nilai akhir mahasiswa”
b) Hipotesis hubungan sebab akibat (kausal) : menyatakan hubungan yang saling mempengaruhi antara dua variabel atau lebih. Contoh ”Disiplin pegawai yang tinggi berpengaruh positif terhadap produktifitas kerja.”
c) Hipotesis hubungan interaktif : menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih bersifat saling mempengaruhi. Contoh ”Terdapat pengaruh timbal balik antar kenaikan pangkat dengan tersedianya jabatan”

Selain dari itu ada juga yang berpendapat bahwa hipotesis di bedakan menjadi dua macam, yaitu :
1) Hipoteis Nol (null hypotheses) Hipotesi nol sering juga disebut hipotesis statistik, karena biasanya dipakai dalam penelitian bersifat bersifat statistik, yaitu diuji dengan hitungan statistik.
2) Hipotesis kerja. Hipotesis ini juga disebut dengan hipotesis alternatif yang disingkat dengan Ha. Hipotesis kerja menyatakan hubungan antara variabel variabel X dan variabel Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.

Sumber :


Pengumpulan Data

PENGERTIAN PENGUMPULAN DATA Proses Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian. Variabel-variabel yang diteliti terdapat pada unit analisis yang bersangkutan dalam sampel penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap variabel ditentukan oleh definisi operasional variabel yang bersangkutan. Definisi operasional itu menunjuk pada dua hal yang penting dalam hubungannya dengan pengumpulan data, yaitu indikator empiris dan pengukuran. Metode Pengumpulan Data  WAWANCARA Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit. Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998). Secara garis besar aa dua macam pedoman wawancara, yaitu: 1. Pedoman wawasan tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden. Jenis interviu ini cocok untuk penilaian khusus. 2. Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda (check) pada nomor yang sesuai. Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “semi structured”. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam. Kerlinger (dalam Hasan 2000) menyebutkan 3 hal yang menjadi kekuatan metode wawancara : a. Mampu mendeteksi kadar pengertian subjek terhadap pertanyaan yang diajukan. Jika mereka tidak mengerti bisa diantisipasi oleh interviewer dengan memberikan penjelasan. b. Fleksibel, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan masing-masing individu. c. Menjadi stu-satunya hal yang dapat dilakukan disaat tehnik lain sudah tidak dapat dilakukan. Menurut Yin (2003) disamping kekuatan, metode wawancara juga memiliki kelemahan, yaitu: a.Retan terhadap bias yang ditimbulkan oleh kontruksi pertanyaan yang penyusunanya kurang baik. b.Retan terhadap terhadap bias yang ditimbulkan oleh respon yang kurang sesuai. c.Probling yang kurang baik menyebabkan hasil penelitian menjadi kurang akurat. d.Ada kemungkinan subjek hanya memberikan jawaban yang ingin didengar oleh interviwer.  OBSERVASI Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian. Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara. Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut. Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) salah satu hal yang penting, namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi. Dengan demikian Patton menyatakan bahwa hasil observasi menjadi data penting karena : a. Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti akan atau terjadi. b. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan dari pada pembuktiaan dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif. c. Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh subjek penelitian sendiri kurang disadari. d. Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara. e. Observasi memungkinkan peneliti merefleksikan dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukan. Impresi dan perasan pengamatan akan menjadi bagian dari data yang pada giliranya dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti  Tipe Data • Tipe data sederhana / Jenis data yang standar (Dasar) 1. Integer 2. Real 3. Karakter 4. Boolean • Tipe data non standar (user defined) 1. Enumerated 2. Sub-range • Tipe data berstuktur 1. Array 2. Record 3. Set 4. File  Integer - Tipe Integer merupakan subset dari bilangan bulat yang ukurannya dapat bervariasi pada komputer-komputer yang berbeda-beda. - Semua Operasi pada data bertipe integer pasti berkaitan dengan hukum dasar operasi aritmatika, dan hasil komputasinya akan diinterupsi jika berada di luar jangkauan nilai yang ditentukan - Operator standar pada data bertipe integer adalah : - Penjumlahan (diberi notasi +) - Pengurangan (diberi notasi -) - Perkalian (diberi notasi *) - Pembagian (div). - Operasi pembagian (div) menghasilkan bilangan bulat, dengan mengabaikan sisa pembagian. Sedangkan untuk mendapatkan sisa hasil baginya, gunakan modulus (mod).  Real - Tipe Real merupakan subset bilangan real (bukan bilangan bulat) - Proses aritmatika pada bilangan real diperbolehkan untuk memberikan hasil yang tidak teliti sampai batas pembulatan kesalahan pada jumlah digit tertentu (jumlah digit di belakang koma). Inilah perbedaan mendasar dari tipe data Integer dengan Real dalam hampir semua bahasa pemrograman. - Operator standar pada data bertipe Real adalah : - Penjumlahan (diberi notasi +)- Pengurangan (diberi notasi -) - Perkalian (diberi notasi *) - Pembagian (diberi notasi slash (/)) untuk membedakannya dengan pembagian bulat (div).  Boolean - Tipe Boolean adalah tipe data logika yang memiliki dua nilai yaitu true dan false. - Operator Boolean adalah : - Konjungsi atau and (diberi notasi ^) - Union atau or (diberi notasi ν) - Negasi atau not (diberi notasi ¬)  Char - Tipe Char merupakan himpunan karakter yang dapat dicetak - Himpunan karakter yang didefinisikan oleh ISO (International Standard Organization) yang paling banyak digunakan adalah karakter ASCII (American Standard Code for Information Interchange) - ASCII terdiri dari 95 karakter yang dapat dicetak (dan karakter grafik), dan 33 karakter kendali, yang digunakan terutama untuk pengiriman data dan untuk mengendalikan perangkat pencetakan. - Tipe Char terdiri atas 26 huruf Latin, 10 angka Arab, dan sejumlah karakter grafik, seperti tanda seru - Karakter dapat berisi karakter kosong yang digunakan sebagai pemisah (spasi) - Karakter kosong (blank) diberi notasi . Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda: • Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan. • Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and events (transactions) that it faces). • Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. • Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai secara efisien. Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol. JENIS-JENIS DATA • Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya 1. Data Primer Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah. • Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data 1. Data Internal Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb. 2. Data Eksternal Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya. • Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya 1. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain. 2. Data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain. • Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data 1. Data Diskrit Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya. 2. Data Kontinyu Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton. • Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya 1. Data Cross Section Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya. 2. Data Time Series / Berkala Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.  TIPE DATA Dalam metode ilmiah, ada beberapa cara Metode Pengumpulan Data Penelitian yang umum digunakan : 1. Observasi Observasi atau pengamatan melibatkan semua indera penglihatan, penciuman, pendengaran,pembau dan perasa. Observasi itu digunakan untuk mengumpulkan informasi yang didapat baik dari buku maupun pengalaman. jadi,observasi merupakan suatu metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti untuk mencatat kejadian atau peristiwa dengan menyaksikannya. Menurut (Djumhur dan Moh. Surya) selain memiliki kelebihan, observasi juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu: 1. Banyak data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia 2. Memungkinkan terjadi ketidak-wajaran apabila yang diobservasi mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi 3. Observasi banyak tergantung dari faktor yang tidak terkontrol 4. Subjektifitas observer sukar dihindarkan Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam observasi yaitu : A. Data-data yang belum terungkap bisa kita resume guna menambah kelengkapan data yang akan kita gunakan. Setelah data-data yang teresume tersebut sudah selesai kita bisa meminta bantuan misalnya dari keluarga, teman-temannya, sahabat dekatnya. B. Sebagai seorang peneliti harus benar-benar bisa menjaga kerahasiaan dirinya, ini dimungkinkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya jika identitas observer terbongkar maka pihak yang diteliti merasa tidak nyaman dan akan menghindar dari penelitian yang dilakukan observer yang nantinya akan menghambat proses observasi. Kelebihan dari observasi adalah sebagai berikut : • Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan • yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data • yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu. • Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan. • Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata • letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain. • Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan • untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu. 2. Wawancara wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden. Teknik wawancara memakan waktu dan biaya yang sangat besar untuk sampel yang cukup besar dan tersebar. Wawancara berarti komunikasi antara pewawancara dan orang yang diwawancara, hal ini cenderung menimbulkan perbedaan interpretasi antara keduanya. Namun dengan wawancara dapat diperoleh informasi lebih lengkap. Wawancara terbagi menjadi 2 : a. Wawancara Terstruktur b. Wawancara Tidak Terstruktur Ada bermacam-macam jenis wawancara sesuai dengan tujuannya ataupun sifat-sifat yang lain yang ada dalam wawancara, seperti jumlah orang yang diwawancarai dan menurut peranan yang dimainkan. Menurut Bimo Walgito (2005) jenis dan tujuannya, wawancara dapat dibedakan menjadi : 1. The employment interview, 2. Informational interview, 3. Administrative interview, 4. Counseling interview, Konselor dapat dengan menggunakan (wawancara ketenagakerjaan) The employment interview karena hal ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseorang terhadap kreteria yang diminta oleh suatu employment. Informational interview yaitu interview yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Interview yang dijalankan untuk keperluan administrasi atau biasa disebut dengan Administrative interview, misalnya untuk kesejahteraan organisasi, untuk mendapatkan perubahan-perubahan di dalam tindakannya ( change in behavior ). Dalam konseling bisa juga menggunakan Counseling interview yaitu interview yang dijalankan untuk keperluan konseling. Interview ini khas dipergunakan dalam proses konseling untuk membantu mencari solusi yang terbaik. Komponen dan faktor yang mempengaruhi suatu wawancara : • Menurut Bimo Walgito (2005) jumlah orang yang diinterview, wawancara dapat dibedakan menjadi : 1. Interview perorangan (individu), 2. Interview kelompok, yaitu wawancara yang dilakukan secara kelompok. Menurut Menurut Bimo Walgito (2005) peranan yang dimainkan, wawancara dapat dibedakan menjadi : 1. The non directive interview, 2. The focused interview, 3. The repeated interview, Menurut Bimo Walgito ( 2005:82) Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi : 1. Wawancara langsung, yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang tersebut. 2. Wawancara tidak langsung, yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang lain. 3. Wawancara insidentil, yaitu wawancara yang dilakukan sewaktu-waktu bila dianggap perlu. 4. Wawancara berencana, yaitu wawancara yang dilakukan secara berencana pada waktu yang telah ditetapkan. • Kelemahan dan kelebihan wawancara Manurut (Djumhur dan Moh. Surya) Selain memiliki kelebihan, wawancara juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu: 1. Memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar 2. Sangat tergantung pada individu yang akan diwawancarai 3. Situasi wawancara mudah dipengaruhi lingkungan sekitar 4. Menuntut penguasaan keterampilan bahasa yang baik dari interviewer 5. Adanya pengaruh subyektif pewawancara yang dapat mempengaruhi hasil wawancara 6. Adanya pengaruh subjektifitas dari interviewer terhadap hasil wawancara • Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam wawancara yaitu : A. Kondisikan keadaan agar lebih baik sehingga tidak terpengaruh keadaan lingkungan yang kurang baik. B. Bahasa yang digunakan bisa disesuaikan dengan klien agar klien mengerti dan faham. C. Minimalkan waktu, tenaga, dan biaya yang ada. 3. Kuesioner Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Metode kuesioner dan angket sering disebut dengan metode survei. Metode survei merupakan metode pengumpulan data yang mengunakan kuesioner dan wawancara untuk mendapatkan tanggapan dari responden yang disampel. Kelebihan Survei : • Data yang diperoleh autentik, obyektif dan jujur karena berasal dari sumber data (responden) secara langsung • Dapat diterapkan untuk pengumpulan data dalam lingkup yang luas • Dalam hal tertentu, efisien dalam penggunaan waktu pengumpulan data Kelemahan Survei : • Ada informasi terselubung dari responden khususnya untuk informasi yang berkaitan dengan sifat, motivasi atau perilaku responden • Responden terkadang tidak menjawab apa adanya tetapi apa yang sebaiknya • Responden terlalu dibatasi pada jawaban-jawaban tertentu • Responden sering tidak mengembalikan kuesioner • Sering muncul jawaban-jawaban yang tidak diinginkan dan tidak sesuai dengan yang diinginkan Unsur - unsur kuesioner terdiri dari : a. Jenis Pertanyaan b. Bentuk Pertanyaan c. Isi Pertanyaan d. Urutan Pertanyaan Kuesioner dapat dibagi menjadi empat, yaitu: A. Kuesioner tertutup Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai. Dalam kuesioner ini jawaban sudah disediakan oleh peneliti, sehingga responden tinggal memilih saja. Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini ? a. Sangat mahal d. Murah b. Mahal e. Sangat murah c. Cukup B. Kuesioner terbuka Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri. C. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka. D. Kuesioner semi terbuka Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban. Berikut ini keuntungan dari kuesioner adalah : Tidak memerlukan hadirnya si peneliti Dapat dibagikan serentak Dapat dijawab oleh rensponden sesuai dengan waktu yang ada Dapat dibuat anomin Kuesioner dapat dibuat standar 4. Teknik Sampling Adalah teknik pengambilan sample yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat digambarkan sebagai berikut: • Variabel dan Hipotesis Penelitian Metode penelitian pendidikan mengkaji konsep-konsep, prinsip, pendekatan, metode dan teknik penelitian pendidikan. Dibahas pula tentang penerapan teori-teori penelitian dalam praktek di lapangan, khususnya dalam bidang studi pendidikan umum. Metode penelitian pendidikan perlu dikuasai oleh calon tenaga kependidikan dan mereka yang berprofesi kependidikan dalam upaya pencanderaan dan pengembangan kebijakan dan program-program pendidikan yang menjadi tugasnya. Penelitian pendidikan ialah cara yang dilakukan orang untik mendapatkan informasi yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan serta mengenai proses kependidikan. Traves merumuskan penelitian pendidikan sebagai : “Suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuan ilmiah tentang kejadian-kejadian yang menarik perhatian para pendidik”. Tujuan penelitian pendidikan ialah menemukan prinsip-prinsip umum, atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan. Dengan kata laintujuannya ialah untuk memperoleh teori ilmiah. Pada makalah ini akan kami bahas secara khusus yang berkaitan dengan metode penelitian, yaitu Hipotesis dan Variabel serta macam-macamnya. Semoga dengan pembahasn ini dapat menambah wawasan keilmuan kita khususnya dalam metode penelitian. B. Pengertian Variabel Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau objek uang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981). Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Tinggi, berat badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja, merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Berat, ukuran, bentuk, dan warna merupakan atribut-atribut dari objek. Bahan baku pabrik, teknologi produksi, pengendalian mutu, pemasaran, advertising, nilai penjualan, keuntungan adalah merupakan contoh variabel dalam kegiatan maupun ilmu bisnis. Dinamakan variabel karena ada variasinya. Misalkan berat badan dapat dikatakan variable, karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu dengan yang lain. Demikian juga motivasi, persepsi dapat juga dikatakan sebagai variable karena misalnya persepsi dan sekelompok orang tentu berfariasi. Jadi, kalau peneliti akan memilih variable penelitian, baik yang dimiliki orang objek. Maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu, maka harus ada variasinya. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variable. Untuk dapat bervariasi, maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau objek yang bervariasi. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variable adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnuya, tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suati nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian variable itu merupakan suatu yang bervariasi. Selanjutnya Kidder (1981), menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah sauatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. C. Macam-macam Variabel Variabel adalah suatu peubah penelitian yang dapat diukur. Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang yang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek yang lain. Dalam penelitian, setelah memperoleh pengertian tentang konsep dan definisi operasional variabel, langkah berikutnya adalah menentukan variabel yang memiliki hubungan antar variabel yang satu dengan variabel lain. Berikut adalah macam-macam variabel dan bisa dibedakan menjadi : a) Variabel Independent. Variable independent atau variable bebas, atau peubah bebas sering juga disebut dengan variabel stimulus, atau predictor, atau variabel antecedent. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, variabel independent disebut juga sebagai peubah bebas. Peubah bebas ini adalah merupakan peubah yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab terjadinya perubahan terhadap peubah tak bebas. Atau yang menyebabkan terjadinya variasi bagi peubah tak bebas (variabel dependent). b) Variabel Dependent. Variabel dependent, dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai peubah tak bebas, variabel output, criteria, atau konsekuen. Variabel ini sering disebut sebagai peubah tak bebas, atau variabel terikat. Variable terikat atau peubah tak bebas ini merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable sebab atau peubah bebas. c) Varibel Moderator. Variabel moderator adalah peubah yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent. Variabel ini sering disebut juga sebagai peubah bebas kedua. Bila suami istri mempunyai anak, maka anak dapat disebut sebagai variabel moderator, karena dapat memperkuat hubungan emosional antara suami dan istri d) Variabel Intervening. Variabel intervening adalah peubah yang secara teoritis mempengaruhi (memperlemah dan memperkuat) hubungan antara variabel independent (peubah bebas) dengan variable dependent (peubah terikat), akan tetapi tidak dapat diamati dan diukur secara matematis. e) Variabel Kontrol. Variabel kontrol adalah peubah yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independent (peubah bebas) terhadap variabel dependent (peubah tak bebas) tidak dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati. Variabel kontrol ini sering digunakan dalam penelitian komparatif, yang bersifat melakukan perbandingan. D. Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah yang kita hadapi. Dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan jawabanyang benar maka seseorang ilmuwan seakan-akan melakukan interogasi terhadap alam. Adapun kegunaan Hipotesis adalah sebagai berikut : 1) Mengarahkan penelitian. Misalnya relasi dan hubungan yang diungkapkan dalam hipotesis akan memberitahukan hal-hal yang dilakukan oleh peneliti. 2) Masalah dan hipotesis membuat peneliti mampu mendeduksi manifestasi empiris tertentu yang tercakup dalam masalah serta hipotesis itu, karena masalah dan hipotesis pada umumnya merupakan pernyataan yang reasional. E. Macam-macam Hipotesis Terdapat tiga macam hipotesis : a) Hipotesis Deskriftif : dirumuskan untuk menentukan titik peluang, atau dirumuskan untuk menjawab pertanyaan taksiran/estimatif. Tidak membandingkan. Contoh “Disiplin kerja pegawai Fak. Teknik UNTAG sangat tinggi” Yang menjadi estimasi pada contoh ini adalah : sangat tinggi b) Hipotesis Komparatif : memberi jawaban terhadap permasalahan yang bersifat membedakan. Contoh “Ada perbedaan daya ikat antara Semen Tiga Roda dengan Semen Padang” c) Hipotesis Asosiatif : memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat hubungan. Dalam hal ini menurut sifat hubungannya, ada tiga jenis hipotesis penelitian (Ha) : a) Hipotesis hubungan simentris : Hubungan bersifat kebersamaan antara dua variabel atau lebih, tapi tidak menunjukkan sebab akibat. Contoh ”Ada hubungan antara banyaknya mengikuti perkuliahan dengan nilai akhir mahasiswa” b) Hipotesis hubungan sebab akibat (kausal) : menyatakan hubungan yang saling mempengaruhi antara dua variabel atau lebih. Contoh ”Disiplin pegawai yang tinggi berpengaruh positif terhadap produktifitas kerja.” c) Hipotesis hubungan interaktif : menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih bersifat saling mempengaruhi. Contoh ”Terdapat pengaruh timbal balik antar kenaikan pangkat dengan tersedianya jabatan” Selain dari itu ada juga yang berpendapat bahwa hipotesis di bedakan menjadi dua macam, yaitu : 1) Hipoteis Nol (null hypotheses) Hipotesi nol sering juga disebut hipotesis statistik, karena biasanya dipakai dalam penelitian bersifat bersifat statistik, yaitu diuji dengan hitungan statistik. 2) Hipotesis kerja. Hipotesis ini juga disebut dengan hipotesis alternatif yang disingkat dengan Ha. Hipotesis kerja menyatakan hubungan antara variabel variabel X dan variabel Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok. Sumber : http://tithagalz.wordpress.com/2011/03/27/pengertian-pengumpulan-data/ http://albyzack.wordpress.com/2010/02/21/jenis-jenis-data/ http://dwiibuzz.blogspot.com/2010/02/jenis-jenis-data.html http://maulanajayadi24hikaru.blogspot.com/2011/03/beberapa-cara-metode-pengumpulan-data.html